Indahnya Pilihan Allah

Alkisah di satu negeri terdapat seorang raja dan seorang penasehat yang sholeh juga setia. Penasehat ini merupakan orang kepercayaan Sang Raja. Uniknya, setiap kali Sang Raja mengeluhkan satu permasalahan kepada penasehatnya, dia senantiasa menjawab dengan ucapan, alkhayratu fima iktarahullahu, yang artinya, kebaikan hanya ada pada apa yang dipilihkan oleh Allah.


Hingga suatu ketika Sang Raja hendak menyantap buah buahan, kemudian dia mengambil pisau dan secara tidak sengaja dia melukai tangannya sendiri hingga berdarah. Sang Raja memanggil penasehatnya dan mengadukan kondisi yang terjadi pada dirinya, lagi lagi si penasehat hanya mengatakan, alkhayratu fiima iktarohullahu (kebaikan hanya ada pada apa yang dipilihkan oleh Allah).


Sang Raja pun geram dengan perlakuan penasehatnya yang terus menerus hanya mengucapkan kalimat alkhayratu fiima iktarohullahu. Akhirnya Sang Raja menjebloskan penasehatnya ke dalam penjara. Meskipun si penasehat tahu bahwa dirinya akan dimasukan ke dalam penjara, tetapi dia tetap mengatakan, alkhayratu fiima iktarohullahu.


Kemudian pada suatu hari Sang Raja pergi ke hutan untuk berburu bersama beberapa pengawalnya, hingga mereka sampai di perbatasan negeri. Dan mereka semua dikejutkan oleh serangan dari kaum majusi (para penyembah api) dan Sang Raja pun tertangkap. Orang orang majusi ini kemudian menjadikan satu persatu para tawanan sebagai tumbal untuk dipersembahkan kepada api yang mereka sembah. Hingga giliran Sang Raja tiba, tetapi alangkah beruntungnya Sang Raja ini, dia dibebaskan karena dia memiliki goresan bekas luka di lengannya. Sebab, orang majusi enggan menjadikan manusia cacat atau terluka sebagai tumbal bagi sesembahan mereka. Sang Raja ahirnya dibebaskan, dan dia sadar atas kebenaran apa yang senantiasa diucapkan oleh penasehatnya, alkhayratu fiima iktarohullahu. Selepas itu, Sang Raja langsung berlari, tak sabar ingin segera bertemu dan membebaskan penasehat setianya.


Sesampainya di istana, Sang Raja berkata kepada si penasehat, wahai penasehatku, aku berterimakasih karena kamu telah mengajarkan aku sesuatu yang besar, dan sekarang aku sudah meyakini ucapanmu, alkhayratu fiima iktarohullahu. Akan tetapi adakah kebaikan yang kamu dapatkan selama berada di penjara? karena kamu sebelum masuk penjara mengatakan alkhayratu fiima iktarohullahu. Penasehat menjawab, tentu wahai raja, seandainya aku tidak masuk penjara kemudian aku ikut berburu denganmu pasti aku sudah mati sebagai tumbal orang-orang majusi karena aku tidak memiliki cacat di dalam tubuhku.

الخيرة فيما اختاره الله


Oleh: Ustadz Barkah Nurramdhana.
500 Pembaca    |    18 Komentator
Share :
Tag : Mahad Ihya Assunnah, MIAS, Asatidz SMA, Indahnya Pilihan Allah, Ustadz Barkah Nurramdana,

Kirim Pesan Anda