MERAIH HUSNUL KHOTIMAH 3 (selesai)

(Tanda-Tanda Husnul Khotimah)

Oleh: Ust Robby Aryanto (Staff Pengajar SMA Ihya Assunnah)

Tanda-tanda husnul khotimah sangatlah banyak. Berikut ini sebagian tandanya: 7

1. Meninggal dalam keadaan sedang beramal sholih:
Termasuk di dalamnya adalah orang yang meninggal dunia pada saat mengucapkan kalimat syahadah, sedang shalat, sedang berdzikir dan amalan shalih lainnya. Nabi bersabda tentang keutamaan orang-orang tersebut:
مَن٠قَالَ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ ابÙتِغَاءَ وَجÙهِ اللَّهِ خُتِمَ لَهُ بِهَا دَخَلَ الÙجَنَّةَ وَمَن٠صَامَ ÙŠÙŽÙˆÙمًا ابÙتِغَاءَ وَجÙهِ اللَّهِ خُتِمَ لَهُ بِهَا دَخَلَ الÙجَنَّةَ وَمَن٠تَصَدَّقَ بِصَدَقَةٍ خُتِمَ لَهُ بِهَا دَخَلَ الÙجَنَّةَ
Artinya: Barang siapa mengucapkan laa ilaha illallah  karena mencari wajah Allah kemudian amalnya ditutup dengannya, maka ia masuk surga. Barangsiapa berpuasa karena mencari wajah Allah kemudian amalnya diakhiri dengannya, maka ia masuk surga. Barangsiapa bersodaqoh kemudian itu menjadi amalan terakhirnya, maka ia masuk surga. [H.R Ahmad].

2. Meninggal dengan kening berkeringat.
Suatu ketika  Buraidah bin Al Hashib Radhiyallahuanhu hendak menjenguk saudaranya yang sakit. Ternyata dia sudah meninggal dalam keadaan keningnya berkeringat. Maka Buraidah bin Al Hasib bertakbir lalu menukil sabda Nabi shalallahu alaihi wa sallam:
موت المؤمن بعرق الجبين
Artinya: Kematian seorang mukmin dengan keringat di kening. [H.R Ahmad, An Nasai, Tirmidzi ]

3. Meninggal pada malam Jumat atau siangnya.
Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam bersabda :
مَا مِن٠مُسÙلِمٍ يَمُوتُ ÙŠÙŽÙˆÙÙ…ÙŽ الÙجُمُعَةِ Ø£ÙŽÙˆÙ Ù„ÙŽÙŠÙÙ„ÙŽØ©ÙŽ الÙجُمُعَةِ إِلَّا وَقَاهُ اللَّهُ فِتÙÙ†ÙŽØ©ÙŽ الÙقَبÙرِ
Artinya: Tidaklah seorang muslim meninggal pada hari Jumat atau malam Jumat, melainkan Allah akan menjaganya dari fitnah (siksa) kubur. [H.R Ahmad dan Tirmidzi]

4. Gugur di medan jihad, meninggal saat menempuh perjalanan untuk peperangan di jalan Allah, meninggal karena tertimpa sakit thaun (pes) atau sakit perut, meninggal karena tenggelam atau tertimpa reruntuhan.
Dalilnya adalah hadits riwayat Imam Muslim dalam Shahih-nya, bahwasanya beliau Shallallahu alaihi wa sallam bersabda yang artinya:
Siapakah orang yang syahid menurut kalian?  Para sahabat menjawab : Orang yang terbunuh di jalan Allah, maka ia syahid. Rasulullah bersabda : Kalau begitu, orang yang mati syahid dari umatku sedikit. Mereka bertanya : Kalau begitu, siapa wahai Rasulullah? Beliau menjawab : Orang yang terbunuh di jalan Allah, ia syahid. Orang yang mati di jalan Allah, maka ia syahid. Orang yang mati karena sakit thaun, maka ia syahid. Barangsiapa yang mati karena sakit perut, maka ia syahid. Dan orang yang mati tenggelam adalah syahid.

Beliau shalallahu alaihi wa sallam juga bersabda yang artinya : Orang yang mati syahid ada lima, (yaitu) : orang yang (mati) terkena penyakit thaun, sakit perut, orang yang tenggelam, orang yang terkena reruntuhan dan orang yang syahid di jalan Allah. [Muttafaqun alaihi]

6. Meninggal dengan sebab anak yang dikandungnya.
Dalilnya, hadits riwayat Imam Ahmad dan selainnya, dengan sanad yang shahih dari Ubadah bin  Shamit radhiyallahu anhu, bahwa Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wa sallam menyebutkan kelompok syuhada, di antaranya :
والمرأة يقتلها ولدها جمعاء شهادة ،يجرها ولدها بسرره إلى الجنة
Artinya: Dan wanita yang dibunuh anaknya (karena melahirkan) masuk golongan syahid, dan anak itu akan menariknya dengan tali pusarnya ke surga.

7. Meninggal karena membela hartanya, jiwanya, agamanya, dan keluarganya:
Hal ini berdasarkan sebuah hadits shahih
من قتل دون ماله فهو شهيد ومن قتل دون دمه فهو شهيد ومن قتل دون دينه فهو شهيد ومن قتل دون أهله فهو شهيد
Artinya: Barang siapa yang terbunuh karena membela hartanya maka dia syahid. Barang siapa yang terbunuh karena membela darahnya (jiwanya) maka dia syahid. Barang siapa yang terbunuh karena membela agamanya maka dia syahid. Barang siapa yang terbunuh karena membela keluarganya maka dia syahid. [H.R Ahmad dan Ibnu Hibban, dishohihkan  oleh Syaikh Al Bani dalam Shohihul Jami’ As Shoghir]

Ketahuilah wahai saudaraku, bahwa terlihatnya salah satu di antara tanda-tanda itu pada satu mayit, bukan berarti dia mati dalam keadaan husnul khotimah. Namun diharapkan, itu sebagai pertanda baik baginya. Sebagaimana jika tanda-tanda itu tidak ditemukan pada mayit, maka bukan berarti orang tersebut ini tidak baik.
Semoga kita termasuk orang yang husnul khotimah.

Catatan kaki:
7. Lihat kitab Talkhis Ahkamil Janaiz karya Syaikh Albani pada bab Tanda-tanda Husnul Khotimah Dan Sholatul Mukmin karya Syaikh Said bin Ali Al Qahtani
                                                                                                                                                                                                                                  


259 Pembaca    |    0 Komentator
Share :
Tag : husnul khotimah, kematian, tanda-tanda,

Kirim Pesan Anda