MERAIH HUSNUL KHOTIMAH 2


(Makna Husnul Khotimah)
Oleh: Ust Robby Aryanto (Staff pengajar SMA Ihya Assunnah)

Adapun yang dimaksud dengan husnul khotimah adalah seseorang meninggal dunia dalam keadaan sedang mencari ridho Allah.Yaitu seorang hamba meninggal dalam kondisi menjauhi semua yang dapat menyebabkan kemurkaan Allah ta’ala.Dia bertaubat dari segala dosa dan maksiat, serta bersemangat melakukan ketaatan. 4 

Cara Menggapai Husnul Khotimah:
Secara umum husnul khotimah akan diraih oleh orang-orang yang beriman dan istiqamah dalam menjalankan syariat Islam. Allah taala berfirman:
 Ø¥ÙÙ†Ù‘ÙŽ الَّذِينَ قَالُوا رَبُّنَا اللَّهُ ثُمَّ اسÙتَقَامُوا تَتَنَزَّلُ عَلَيÙهِمُ الÙمَلَائِكَةُ أَلَّا تَخَافُوا وَلَا تَحÙزَنُوا وَأَبÙشِرُوا بِالÙجَنَّةِ الَّتِي كُنÙتُم٠تُوعَدُونَ
Artinya : Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan : ‘Tuhan kami adalah Allah’ kemudian mereka istiqomah (meneguhkan pendirian mereka), maka malaikat akan turun kepada mereka dengan mengatakan: ‘Janganlah kamu takut dan janganlah merasa sedih, dan gembirakanlah mereka dengan surga yang telah dijanjikan Allah kepadamu’.[Q.S  Fussilat:30]

Ayat tersebut merupakan kabar gembira bagi orang-orang yang beriman dan tidak melenceng dari jalan yang lurus. Mereka tidak perlu khawatir dengan apa yang akan mereka hadapi di akherat karena mendapatkan husnul khotimah. Tidak perlu juga bersedih atas apa-apa yang mereka lalui berupa dosa karena Allah telah mengampuninya5.

Namun untuk lebih memudahkan pemahaman, kami berikan beberapa cara menggapai husnul khotimah, diantaranya:6
1. Takut kepada Allah dan khawatir dengan suul khotimah (akhir yang buruk)
Rasa takut yang dibarengi dengan pengharapan akan melahirkan amalan-amalan baik. Seseorang yang takut dengan su’ul khotimah akan melakukan segalanya agar jauh darinya. Dia akan sangat berhati-hati dalam bertindak. Dia akan mempersiapkan jiwa raganya untuk mengantisipasi kedatangannya. Dia akan mempersiapkan senjata untuk menghadapinya. Rosulullah shalallahu alaihi wa sallam  pernah menggambarkan tentang sikap orang yang khawatir -dan begitulah seharusnya sikap kita- beliau bersabda
من خاف أدلج، ومن أدلج بلغ المنزل، إلا إن سلعة الله غالية، ألا إن سلعة الله الجنة
Barang siapa khawatir dengan serangan musuh di malam hari maka berangkatlah di awal malam, dan barang siapa berangkat di awal malam akan sampai tujuan. Ketahuilah bahwa barang dagangan Allah itu mahal, dan bukankah barang dagangan Allah adalah surga. [H.R Bukhori, Tirmidzi, Hakim, dll. Dishohihkan oleh Syaikh Albani dalam silsilah hadits shohih]

2. Bertaubat dari segala dosa dan menutupinya dengan amal shalih.
Menunda-nunda taubat merupakan sebab su’ul khotimah.Orang yang bertaubat akan mendapat keberuntungan, diantaranya akan dimatikan dalam keadaan husnul khotimah. Oleh sebab itu Allah berfirman :
وَتُوبُوا إِلَى اللَّهِ جَمِيعًا أَيُّهَ الÙمُؤÙمِنُونَ لَعَلَّكُم٠تُفÙلِحُونَ
Bertaubatlah kalian kepada Allah wahai orang-orang yang beriman agar kalian beruntung [Q.S An Nur: 31]

3. Banyak memohon kepada Allah agar mendapat husnul khotimah dan menampakkan ketergantungan hanya kepada Allah.
Hati manusia itu berada diantara 2 jari dari jari-jemari Allah. Allah membolak-balikannya sesuai kehendak-Nya. Oleh sebab itu Nabi banyak berdo’a
يا مقلب القلوب ثبّت٠قلبي على دينك
Artinya: Wahai Dzat yang membolak-balikan hati, teguhkan hatiku di atas agamamu. [H.R Tirmidzi, Ahmad, dan disahihkan oleh  Al  Hakim]

4. Tidak banyak berangan-angan.
Banyak berangan-angan membuat seseorang akan menyia-nyiakan waktu dan sedikit beramal. Berapa banyak orang berkata , ‘Aku akan melakukan ini dan itu besok saja’. Namun tidak beramal hingga lusa atau seminggu setelahnya. Sehingga akhirnya dia meninggal su’ul khotimah.  Maka benarlah Ibnu Umar ketika berkata,’ Jika engkau berada di waktu sore janganlah menunggu datangnya pagi. Dan jika engkau berada pada waktu pagi janganlah menunggu datangnya sore. Pergunakanlah waktu sehatmu sebelum datang sakitmu. Dan pergunakanlah hidupmu sebelum datang matimu’ [diriwayatkan oleh Imam Bukhori]

5. Benci terhadap segala jenis maksiat serta menjauhinya.
Sudah sepantasnya seorang muslim membenci segala sesuatu yang diharamkan  oleh Allah dan Rosul-Nya. Karena manusia jika terus-menerus bermaksiat dikhawatirkan mati dalam keadaan bermaksiat lalu dibangkitkan pada kondisi itu. Sebagaimana dalam sebuah hadits :
من مات على شيء بعثه الله عليه
Barang siapa mati di atas sesuatu maka Allah akan membangkitkannya di atas sesuatu itu. [H.R Al Hakim, dishohihkan oleh Syaikh Albani dalam silsilah hadits shohih]

6. Bersabar ketika tertimpa musibah.
Bersabar di saat tertimpa musibah merupakan salah satu hal yang mendatangkan ridho Allah taala. Dan ini merupakan sifat orang-orang yang beriman. Dimana perkaranya selalu baik. Jika sedang lapang maka dia bersyukur. Jika dalam keadaan sempit dia akan bersabar. Dan dengan sebab kesabarannya pula dosanya akan berguguran. Sehingga diharapkan meninggal dalam keadaan diridhoi Allah. Hal ini berdasarkan sebuah hadits :
 Ù…ا من مسلم يصيبه أذى (شوكة فما فوقها( إلا حات الله عنه خطاياه كما تحات ورق الشجر
Tidaklah seorang muslim yang ditimpa gangguan berupa sakit atau yang selainnya kecuali Allah akan menggugurkan dosanya sebagaimana pohon yang menggugurkan daun-daunnya. (Hadis riwayat Bukhori, Muslim dll dishohihkan oleh Syaikh Albani dalam silsilah hadis shohih)

Catatan Kaki:
4.    Liat kitab Ahwalul Muhtadhor pada bab Husnul khotimah
5.    Lihat tafsir Al Baghawi dan tafsir As Sa’diy
6.    Lihat Ahkamul Janaiz karya Syaikh Sa’id bin Ali Al Qohtony pada pembahasan mengharapkan husnul khotimah.



292 Pembaca    |    2 Komentator
Share :
Tag : husnul khotimah

Kirim Pesan Anda