MERAIH HUSNUL KHOTIMAH 1

MERAIH HUSNUL KHOTIMAH 1
(Kisah Yang Akan Membuatmu Mengerutkan Dahi)
Senin, 12 Rabiul Awwal tahun 11 Hijriyah. Hari itu adalah hari yang paling mencekam bagi penduduk kota Madinah. Sebuah pemandangan yang mengharukan terjadi, seorang hamba mengangkat kedua tangannya, mengarahkan pandangannya ke langit-langit,  kedua bibirnya bergerak-gerak mengucapkan :Ya Allah ampunilah aku, rahmatilah aku, dan pertemukanlah aku dengan Kekasih Yang Maha Tinggi. Ya Allah, Kekasih Yang Maha Tinggi. Dia mengucapkannya sebanyak tiga kali, kemudian kedua tangannya lunglai sebagai tanda terpisahnya ruh dengan jasad. Pada hari tersebut, kekasih Allah, Muhammad shallahu alaihi wa sallama  menghembuskan nafas terakhirnya.1

Tamu Penuh Misteri (kematian):
Saudaraku, kematian itu sebuah keharusan bagi makhluk Allah.Seorang nabi pun, orang yang sangat dekat kepada Allah juga mengalami kematian. Kematian akan datang tanpa pandang bulu. Kematian akan menjemputmu baik engkau seorang raja ataukah rakyat jelata. Baik engkau seorang preman ataukah dermawan. Namun engkau tentunya tidak tahu apakah kehidupanmu akanberakhir dengan bahagia ataukah berakhir dengan penuh kesengsaraan. Bisa jadi masyarakat menilaimu sebagai orang baik sehingga memujamu. Tapi itu bukan jaminan bahwa episode terakhirmu akan diakhiri dengan penuh kebahagiaan. Bukankah Nabi shallahu alaihi wa sallama  pernah bersabda:
إِن أحدكُم لَيَعÙمَلُ بِعَمَلِ Ø£ÙŽÙ‡Ùلِ الÙجَنَّةِ حَتَّى مَا يَكُونُ بَيÙنَهُ وَبَيÙنَهَا إِلَّا ذِرَاعٌ فَيَسÙبِقُ عَلَيÙهِ الÙكِتَابُ فَيَعÙمَلُ بِعَمَلِ Ø£ÙŽÙ‡Ùلِ النَّارِ فَيَدÙخُلُهَا وَإِنَّ أَحَدَكُم٠لَيَعÙمَلُ بِعَمَلِ Ø£ÙŽÙ‡Ùلِ النَّارِ حَتَّى مَا يَكُونُ بَيÙنَهُ وَبَيÙنَهَا إِلَّا ذِرَاعٌ فَيَسÙبِقُ عَلَيÙهِ الÙكِتَابُ فَيَعÙمَلُ بِعَمَلِ Ø£ÙŽÙ‡Ùلِ الÙجَنَّةِ فَيَدÙخُلُهَا
Artinya: Sesungguhnya ada seseorang diantara kalian yang mengerjakan amalan ahli surga sehingga tidak ada jarak antara dirinya dan surga (kematian) kecuali sehasta saja, kemudian ia didahului oleh ketetapan Allah lalu ia melakukan perbuatan ahli neraka dan ia masuk neraka. Dan sesungguhnya ada seseorang diantara kalian yang mengerjakan amalan ahli neraka sehingga tidak ada lagi jarak antara dirinya dan neraka kecuali sehasta saja, kemudian ia didahului oleh ketetapan Allah lalu ia melakukan perbuatan ahli surga dan ia masuk surga.[Muttafaqun ‘alaihi]

Maka sewajarnya setiap muslim merasa khawatir, dalam kodisi apa dia akan mati? Dan tidak sombong dengan segala amalnya. Karena pada detik-detik akhir kematian akan menjadi penentu nasibnya di akherat kelak. Bisa jadi di saat genting tersebut setan datang dan mencabik-cabik keimanan kita. Bagaimana tidak? Bukankah setan telah berhasil menjerumuskan manusia di waktu hidupnya, dan dia dalam keadaan kuat, maka lebih mudah bagi setan untuk menyesatkannya menjelang ajal, dan dia dalam keadaan yang paling lemah.

Saudaraku seiman, ketahuilah bahwa suul khatimah (akhir yang buruk) tidak akan terjadi pada diri orang yang shalih secara lahir dan batin di hadapan Allah. Terhadap orang-orang yang jujur dalam ucapan dan perbuatannya, tidak pernah terdengar cerita bahwa mereka berakhir dengan buruk. Adapun suul khotimah hanya terjadi pada orang yang rusak akalnya, dan terus menerus mengerjakan dosa besar serta sering berbuat kezoliman. Maka dia tetap dalam keadaan tersebut sehingga ajal menjemput dan belum sempat bertaubat. Suul khotimah juga terjadi pada orang shalih namun kemudian menyeleweng dari kebenaran dan meninggalkan kebiasaan baiknya. Hal ini menjadi sebab kesialannya sehingga berakhir dengan kenistaan, seperti kisah seorang muadzin berikut ini.2

Kisah Yang Akan Membuatmu Mengerutkan Dahi
Imam Qurthubi menceritakan sebuah kisah tentang seorang muadzin yang senang beribadah dan bercahayakan ketaatan kepada Allah. Suatu hari ia menaiki menara seperti biasanya untuk mengumandangkan adzan. Kebetulan di bawah menara tersebut terdapat rumah seorang Nashrani dzimmi.Ia pun melihat ke rumah tersebut, lantas ia melihat puteri pemilik rumah itu. Ia terpesona kepadanya, lalu tidak jadi adzan. la turun menemuinya dan masuk ke rumahnya. Sang wanita itu keheranan lalu menanyakan maksud kedatangannya. Sang muadzin mengutarakan keinginannya, dia mengaku kalau sudah jatuh cinta  kepadanya dan ingin menikahinya. Namun sang wanita enggan menikah dengannya kecuali dia murtad dan menjadi seorang Nashrani. Maka kemudian ia pun  murtad agar dapat menikahi sang gadis.
Di pertengahan hari, pemuda tadi naik ke atas atap rumah, lalu terjatuh dan meninggal. Akhirnya dia meninggal dalam keadaan murtad dan belum sempat menikahi gadis pujaannya. 3
Saudaraku, cukuplah kisah tersebut menjadi sentilan bagimu untuk segera tersadar dan mendorongmu agar menjadi orang yang husnul khotimah. Bahagia di akhir hayat.

Catatan Kaki:
1.    Lihat ar-Rahiqul Mahtum pada detik-detik kematian Rosul
2.    Lihat Kitabul Tadzkiroh bi Ahwalil Mauta wa Umuril Akhiroh hal 192-193
3.    Lihat Kitabul Tadzkiroh bi Ahwalil Mauta wa Umuril Akhiroh hal 193-194



324 Pembaca    |    0 Komentator
Share :
Tag : husnul khotimah, kisah muadzin,

Kirim Pesan Anda